ETIKA MENGAJAR


Nama                    :  Juliana
Local                     : IV A PAI
Uts                        : Tafsir dan hadits tarbawi
Dosen Pengampu : Wan Muhammad Fariq, Lc., M.Pd

ETIKA MENGAJAR
Dalam proses belajar mengajar, seorang guru merupakan model atau suri tauladan bagi siswa dalam setiap perilakunya. Untuk itu harus mengerti bagaimana sebenarnya sikap dirinya sebagai pendidik, Maka diperlukan pula tata cara atau etika dalam mengajar.
Muhammad Athiyah Al Abrasyi menjelaskan tentang sifat yang harus dimiliki oleh guru (pendidik) dalam pendidikan, Diantaranya adalah sebagai berikut:
1.   Zuhud, maksudnya tidak mengutamakan materi dan mengajar karena mencari keridhaan Allah SWT semata.
2.   Kebersihan guru, maksudnya bersih dari sifat-sifat tercela.
3.   Ikhlas dalam pekerjaan.
4.   Pemaaf.
5.   Mengetahui tabiat murid.
6.   Menguasai mata pelajaran.
Sementara itu ibnu Khaldun berpendapat sebagaimana dikutip basuki dan miftahul ulum, bahwa seorang guru harus mengajar secara bertahap, mengulang-ulang sesuai dengan pokok bahasan dan kesanggupan murid, tidak memaksakan atau membunuh daya nalar siswa, tidak berpindah satu topik ke topik lain sebelum topik pertama dikuasai, tidak bersikap keras terhadap murid, memilih bidang kajian yang dikuasai murid, mendekatkan murid pada pencapaian tujuan, memperhatikan tingkat kesanggupan murid dan menolongnya agar murid tersebut mampu memahami pelajaran.
Dalam kaitannya dengan etika seorang guru kepada muridnya, Imam Al Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulum Al Din menjelaskan sebagai berikut:
1.   Menaruh rasa kasih sayang terhadap murid-muridnya, memperlakukannya sebagai anaknya sendiri.
2.   Mencari keridhaan Allah SWT dan mendekatkan diri kepadanya.
3.   Tidak meninggalkan nasehat.
4.   Mencegah murid-muridnya dari akhlak yang buruk.
5.   Memperhatikan tingkat akal pikiran menurut kadar pemahamannya.
6.   Menyampaikan dengan jelas dan pantas bagi murid-muridnya.
7.   Seorang guru harus mengamalkan ilmunya dan tidak mendustakannya.
Sedangkan Hasyim Asy’ari dalam kitab adab Al Alim Wal Muta’allim menjelaskan etika guru dalam mengajar antara lain: membersihkan dirinya maupun pakaiannya, mengambil posisi yang jelas dalam duduknya, memberikan pelajaran dengan bertahap mulai yang penting dan seterusnya dan berdoa sebelum dan sesudah pelajaran, tidak mengeraskan suaranya yang berlebihan, menjaga diri dari membuat gaduh.
Dari uraian di atas tentang etika seorang pengajar terlihat bahwa sosok guru yang ideal adalah guru yang memiliki motivasi mengajar yang tulus yaitu ikhlas dalam mengamalkan ilmunya, bertindak sebagai orang tua yang penuh kasih sayang, bersifat terbuka dan demokratis untuk menerima dan menghargai pendapat siswanya, dapat bekerja sama untuk memecahkan masalah dan menjadi seorang yang uswatun hasanah/suri tauladan bagi siswanya.
           



Komentar